Tuesday, May 6, 2014

ASPAR JAELOLO JUARA DUNIA KIA World Extreme Games 2014 Shanghai, MODAL DENGKUL alias BIAYA SENDIRI

Aspar "Babon" Jaelolo pemanjat tebing asal DKI Jakarta, melengkapi 1 set medali yang di raih pemanjat Indonesia lainnya. Setelah rekan  sedaerahnya Tita Supita sehari sebelumnya meraih medali perak dengan waktu 25,86 detik, kalah dari Tamara Kuznetsova pemanjat Kazakhstan yang menorehkan waktu 24,86.  Sedangkan medali perunggu di raih Alina Gaidamakina dari Rusia dengan waktu 29,04 setelah mengalahkan rekan senegaranya Yuliya Levochkina. Pada babak kualifikasi Tita Supita hanya mampu menempati peringkat 11 dengan waktu 45,38  sedangkan pemanjat putri Indonesia lainnya Muji Mulyani (Jakarta) puas di peringkat 22 dengan torehan waktu 101,64.

Kompetisi olahraga ekstrem ini dilaksanakan selama 4 hari ini mulai tanggal 30 April - 3 Mei ini menyediakan total hadiah uang US $ 250.000.

Kompetisi yang mempertandingkan cabang olahraga yang menguras adrenalin ini meliputi BMX, inline skate, skate board, moto cross free style, dan speed climbing ini diikuti oleh hampir seluruh atlet top dunia dari berbagai negara.  Australia, Brazil, China, Chinese Taipei, Columbia, Czech Republic, Denmark, Finland, Germany, Hong Kong SAR, Indonesia, India, Japan, Korea, Kazakhstan, Lebanon, Malaysia, Philippines, New Zealand, South Africa, Singapore, Spain, Thailand, Ukraine, United States of America, Venezuela dll.

Tempat kompetisi : KIC Jiangwan Sports Centre, Shanghai, China 346 Guohe Road, Yangpu District, Shanghai, PRC

Aspar "Babon" Jaelolo merupakan salah satu debutan pemanjat Indonesia yang berhasil menjadi juara dunia dalam event KIA World XGames 2014 di Shanghai, China 6 Mei 2013 lalu. Pada babak final Aspar mengalahkan juara bertahan kompetisi ini pada tahun 2013, yakni Sergei Sinitcyn dari Rusia, sedangkan medali perunggu direbut pemanjat Indonesia Abudzar Yulianto (Jatim) dengan catatan waktu 21,45. 

Aspar menjuarai kompetisi speed dengan jalur klassik ini dengan waktu18,09 sedangkan lawannya Sergei Sinitcyn  waktunya18,27. Kia World Extreme Games ini diikuti hampir seluruh pemanjat terbaik dunia baik putra maupun putri. Seperti peringkat 1 Kokorin Rusia, LiborHroza dari Czech,  jagoan tuan rumah juara dunia 2011 Qi xin Zhong, Iuliia Kaplina (Rusia), MariiaKrasavina (Rusia), Anouck Jaubert (Francis) dan YuliyaLevochkina (Rusia), 



Dengan menjuarai tersebut Babon panggilan akrab Aspar berhak mengantongi hadiah uang US $8000 atau sekitar Rp. 90 juta. Dengan meraih medali emas di kejuaraan ini Babon menyamai prestasi Etti Hendrawati yang juga pernah menjuarai World Exteme Games pada tahun 2000 silam. 

Tetapi dibalik kegembiraan dan kehebatan Aspar ini, ternyata keberangkatan ke Shanghai untuk mengikuti kompetisi ini, tidak bisa pergi kompetisi dengan nyaman, karena, keberangkatan ini menggunakan biaya sendiri yang menghabiskan uang tidak kurang dari Rp. 15.000.000 di luar uang saku. Yang meringankan bebannya, kebetulan Aspar mendapatkan tiket pesawat murah untuk ke Shanghai, jadi perjalanan sekarang relatif lebih murah, bila dibandingkan biasanya kalau kompetisi ke China pasti menghabiskan tidak kurang dari 20 juta.


Hal inilah yang perlu di contoh oleh pemanjat dan olahragawan Indonesia lainnya, untuk meraih prestasi tinggi diperlukan totalitas berupa pengorbanan tenaga, pikiran, waktu dan uang dari kantong sendiri. Karena prestasi yang diraih sesungguhanya untuk dirinya sendiri, walaupun atas nama bangsa, daerah dan perkumpulan. Seperti halnya Etti Hendrawati sewaktu juara X Games tahun 2000 di San Fransisco Amerika, dia bisa berangkat ke Amerika setelah mendapatkan pinjaman uang dari orang lain. 



Perjalanan untuk meraih juara bagi Aspar ini terbilang tidaklah semudah menyalakan rokok. Karena pada babak kualifikasi Babon hanya menempati peringkat 15 dengan waktu 31,09 setelah pada kualifikasi jalur 1 fall, dan waktu ini masih di atas pemanjat Indonesia Galar Pandu (Jatim) peringkat 16 yang mencatat waktu 31,40. Sedangkan pemanjat lain Ismu Nugroho Adi N (Yogyakarta) tidak lolos putaran final karena hanya menempati rangking 21 dengan waktu terbaik 38,72. 

Sedangkan pemanjat Indonesia Abudzar Yulianto (Jatim) menempati rangking 6 dengan waktu kualifikasi terbaik 27,45. Dengan kepercayaan tinggi Aspar di semi final bisa mengalahkan seniornya Abudzar Yulianto dan pada babak final bisa menghempaskan lawan beratnya, peringkat 1 pada babak kualifikasi, sekaligus juara bertahan Xgames 2013 Sergei Sinitcyn dari rusia. Jadilah Aspar juara yang tidak terduga oleh siapapun sebelumnya.

Itulah kompetisi speed panjat tebing, seeded atau peringkat atas pada babak kualifikasi tidak menjamin pemanjat tersebut dengan mudah melenggang tampil sebagai juara. Akan tetapi pemanjat yang tetap fokus dan konsentrasi pada jalurnya, memanjat dengan tenang dan rileks, sehingga pemanjatannya bersih tidak membuat kesalahan pada setiap pertandingan, tidak meremehkan atau takut siapapun lawannya, dialah yang akan keluar menjadi juara.  











Semoga dengan kemenangan atlet panjat tebing Indonesia ini dapat membangkitkan semangat pemanjat Indonesia lainnya, untuk lebih bekerja keras dalam latihan, rajin menabung, dan tidak mudah patah semangat, agar bisa memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi di luar negeri, yang persaingannya teramat ketat dan berat. 

Semoga pemerintah dan pengusaha Indonesia segera membuka mata terhadap panjat tebing, dan tidak menutup mata terhadap kemampuan anak bangsa ini untuk berprestasi, walaupun dengan dengan keterbatasan, biaya dan inisiatif sendiri ternyata dapat mengibarkan merah putih serta mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Hasil lengkap kompetisi KIA World Extreme Game 2014 di Shanghai, China dapat dilihat di bawah ini 


Thursday, May 1, 2014

DHOHIR FARISI KETUA UMUM PP FPTI 2014 - 2018

Dhohir Farisi terpilih menjadi Ketua Umum PP FPTI, yang dipilih melalui Munaslub (musyawarah nasional luar biasa) PP FPTI yang dilaksanakan di Camp Consina Outdoor Service, Gunung Geulis - Bogor, 26 - 27 April 2014 lalu. 

Munaslub dilaksanakan dengan dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum pp FPTI periode 2014 - 2018.   

Dalam munaslub tersebut ada tiga nama yang bersaing untuk menjadi calon ketua umum PP FPTI menggantikan Akil Mochtar yang sedang berhalangan. Tiga calon tersebut diantaranya Dhohir Farisi, anggota DPR RI yang juga menantu mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Wali Kota Palembang Romi Herton, dan calon dari internal PP FPTI Kurnia Bakti. 

Namun dalam sesi pemilihan Dhohir Farisi akhirnya terpilih menjadi ketua umum PP FPTI dengan mengantongi 18 suara sementara Kurnia Bakti 9 suara. Sementara Romi Herton gugur karena tak memenuhi persyaratan. “Munaslub ini diikuti 27 pengprov termasuk Provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam pidatonya Dhohir tak banyak menyampaikan janji ketika terpilih menjadi ketua umum. Dhohir hanya mengatakan, panjat tebing memrupakan olahraga yang berhasil mengangkat nama Indonesia dengan prestasi internasional. “Pesan ketua umum untuk kedepannya, prestasi harus ditingkatkan. Beliau juga inginkan FPTI yang keren, baik keren prestasinya dan keren organisasinya.

Profil Dhohir Farisi :

Nama Lengkap : Dhohir Farisi 
Nama Panggilan : Farisi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Probolinggo, Rabu, 11 April 1979
Zodiac : Aries, 
Istri : Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)

Lahir di kota Probolinggo, Jawa Timur, Dhohir Farisi adalah salah satu anggota DPR RI wakil dari Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) periode 2009-2014 dan duduk sebagai anggota komisi VII yang membidangi bagian energi sumber daya mineral, riset, teknologi, lingkungan hidup. Sebelum menjabat sebagai anggota Dewan, pria ganteng ini bekerja di PT. Red White Comm, Wijaya Center. 


Dhohir Faris putra pasangan H. Maruf Hasyim dan Hj. Marufah merupakan lulusan Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, selepas kuliah beliau sempat tinggal di Italia selama satu tahun, karena mendapatkan beasiswa studi bahasa di sana.

Selain dikenal sebagai wajah baru saat mulai dilantik di Senayan 2009 lalu, nama Farisi juga sempat memenuhi halaman media nasional ketika lelaki bertinggi 187 centimeter ini meminang putri mantan Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurahman Wahid atau Gus Dur, tepat 2 minggu setelah masa pelantikannya. 

Keluarga Faris masih memiliki ikatan darah dengan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin (paman) dan keluarga Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Rangkang Kraksaan. Politikus kawakan PPP, Tosari Wijaya, juga masih terhitung sebagai paman Faris. Hasan Aminuddin juga punya peran mempertemukan Faris dengan Yenny  kali pertama bertemu dalam acara istighotsah Partai Gerindra di gedung KONI Surabaya, Maret 2009.

Cinta memang buta, demikian kata orang. Dan mungkin benar juga bagi Farisi dan Yenny. Jelas-jelas berasal dari dua partai berbeda dengan agenda politik yang berbeda juga ternyata tidak menghalangi keduanya menggalang persamaan pandangan dalam berbagi bahtera hidup. Pertemuan awal mereka bermula saat Farisi melihat Yenny terpisah dari rombongan partainya dan berinisiatif mengantar Yenny kembali. Setelah berterima kasih dan bertukar nomor telepon, keduanya kembali berpisah dan disibukkan dengan agenda partai masing-masing. 

Namun, justru perpisahan tersebut yang menjadi awal pertemuan kedua insan politik ini dalam satu bahtera rumah tangga. Beberapa saat kemudian mereka saling bertegur sapa melalui telepon dan seterusnya memutuskan untuk menikah. Pada 15 Oktober 2009 mereka menikah. Dan hingga kini Dhohir dan Yenny dikaruniai dua anak.

Selamat Datang di Panjat Tebing Mas Farisi, semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan sampai akhir periode. Kami yakin mas Faris akan bisa membawa panjat tebing Indonesia lebih populer, maju, berkembang, dan semakin berprestasi.